DONGENG? BERIKUT CIRI CIRI DAN JENIS DONGENG BESERTA CONTOH CERITA DONGENG

Ndo Andre
0

Ada banyak sekali dongeng terkenal, bahkan beberapa sering muncul dalam berbagai materi pelajaran termasuk pada materi pelajaran di Sekolah Dasar. Dalam sebuah dongeng, teman-teman bukan hanya akan terhibur ketika membaca ataupun mendengarkannya tapi juga bisa mendapatkan pesan moral untuk kehidupan sehari-hari. Untuk mengenal lebih jauh tentang dongeng, mari simak penjelasan berikut ini, agar kita lebih mengenal apa itu dongeng. Ok lets go!


PENGERTIAN DONGENG

Dongeng merupakan sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng juga termasuk cerita yang fiktif atau hanyalah cerita khayalan, atau ceritanya sering tidak masuk akal, kadangkala bercerita tentang sihir, karakter yang baik juga ada karakter yang jahat, tapi biasanya berakhir dengan akhir yang bahagia. Sebuah cerita dongeng bisa disampaikan secara lisan atau tertulis.

Beberapa cerita dongeng yang tersebar dalam masyarakat dikaitkan dengan kehidupan manusia sehari-hari, kebanyakan terjadi pada jaman dahulu dan bercerita tentang kejadian yang luar biasa. Dengan begitu, saat sebuah cerita dongeng disampaikan para pendengar atau pembaca akan ikut merasakan suasana yang terjadi dalam cerita. 


Unsur Pembentuk Dongeng

Dongeng terbentuk dari enam unsur, berikut adalah unsur-unsur pembentuk cerita Dongeng

  1. Tema: Tema merupakan sebuah ide atau gagasan utama dari sebuah dongeng.
  2. Latar: Latar adalah keterangan suasana waktu, atau tempat kejadian dimana cerita itu terjadi.
  3. Alur: Alur merupakan urutan peristiwa yang terjadi pada cerita dongeng.
  4. Tokoh: Tokoh merupakan pelaku atau para pemeran yang ada pada sebuah cerita dongeng.
  5. Penokohan: Berbeda dengan tokoh, penokohan adalah watak dari setiap karakter yang ada di dalam cerita dongeng tersebut.
  6. Amanat: Amanat atau pesan moral merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis pada pembaca atau pendengar yang bisa diambil menjadi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-Ciri Dongeng


Yoi, halo teman-teman apakabar? semoga semua dalam keadaan baik.

Ok seperti yang sudah di jelaskan divideo sebelumnya bahwa Dongeng merupakan sebuah cerita fiktif atau khayalan yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng hanyalah cerita karangan atau imajinasi seseorang yang sering diceritakan dari mulut ke mulut. Dongeng kadangkala bercerita tentang sihir, karakter yang baik juga ada karakter yang jahat, tapi biasanya berakhir dengan akhir yang bahagia.

Cara lain untuk mengenali sebuah cerita dongeng adalah dengan memahami ciri-cirinya. Dengan mengenali ciri-cirinya, teman-teman bisa membedakan cerita dongeng atau tidak. Ok, berikut ini beberapa ciri-ciri cerita dongeng :

  1. Dongeng biasnya diawali dengan kalimat "Pada suatu ketika" dan semacamnya.
  2. Dongeng selalu dibuat dengan alur yang sederhana, singkat, dan bergerak cepat.
  3. Pada cerita dongeng, teman-teman akan menemukan karakter tokoh yang seringkali tidak dijelaskan secara rinci, namun memiliki sifat yang unik, seperti baik, jahat, malas, pintar, bodoh dan lain sebagainya
  4. Peristiwa di dalam cerita dongeng tidak benar-benar ada atau terjadi.
  5. Terdapat pesan moral yang dituliskan atau disampaikan secara langsung.

Dari penjelasan tersebut, teman-teman tentu sudah bisa membedakan cerita dongeng dengan jenis teks lainnya. Oh yah, teman-teman juga bisa loh belajar membuat cerita dongeng sendiri.

Berikut ini adalah:


JENIS JENIS DONGENG

Cerita dongeng dibagi dalam beberapa jenis. Berikut merupakan beberapa jenis dongeng dan penjelasan dari jenis-jenis dongeng tersebut.

  1. Mite : Mite adalah dongeng dengan latar belakang sejarah yang mengandung hal-hal ajaib dan dianggap suci. Contohnya: Nyi Roro Kidul, Jako Tarub dan lain sebagainya
  2. Legenda: Legenda adalah dongeng mengenai peristiwa sejarah suatu nama daerah atau asal usul daerah. Contohnya: Legenda Candi Prambanan, Legenda Danau Toba, dan lain sebagainya
  3. Fabel: Fabel adalah dongeng yang tokohnya adalah hewan dan menceritakan tentang kehidupan mereka. Contohnya: Kura-Kura dan Kelinci, Kisah Semut dan Belalang dan lain sebagianya.
  4. Hikayat : Hikayat adalah dongeng yang menceritakan kehebatan atau kepahlawanan seseorang. Contohnya: Kisah Abu Nawas, kisah Bunga Kemuning, dan lain sebagainya
  5. Parabel: Parabel merupakan dongeng yang menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan moral. Contoh: Cerita Malin Kundang, Batu Menangis, dan lain sebagainya.

CONTOH CERITA DONGENG

Dongeng pendek untuk anak SD sendiri umumnya berisikan cerita fiksi tentang kehidupan sehari-hari atau khayalan yang bisa menghibur dan tetap memberikan pesan moral untuk diterapkan dalam kehidupannya.Ada banyak macam contoh dongeng anak sekolah dasar yang bisa diberikan pada anak untuk ia baca sendiri saat sedang bermain, atau dibacakan sebelum waktu tidur malamnya. Adapun beberapa jenis cerita yang banyak digemari anak-anak adalah cerita yang menggunakan hewan sebagai contoh penggambarannya atau biasa disebut dongeng fabel.


1. Dongeng Timun Mas


Pada suatu ketika hiduplah seorang wanita tua, kita sebut saja dia Mbok Sirni. Mbok Sirni hidup sebatang kara dan sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Suatu ketika, ia datang kepada seekor raksasa yang ada di dalam hutan untuk meminta bantuannya agar dapat memiliki anak.Bukannya mengabulkan permintaan Mbok Srini, raksasa tersebut justru memberikan sebuah biji yang diketahui ajaib. 

Biji tersebut kemudian ditanam olehnya dan tumbuh menjadi sebuah timun berwarna emas.Rupanya timus tersebut bukans ekadar timun biasa. Timun berwarna emas itu kemudian mengeluarkan seorang gadis kecil cantik yang kemudian dirawat dan dinamai Timun Mas oleh Mbok Srini.

Sesuai dengan keinginannya, Mbok Srini kemudian merawat Timun Mas dengan baik seperti anaknya sendiri. Gadis kecil yang dirawat olehnya pun tumbuh dengan baik dan menjadi gadis yang cantik. Namun siapa sangka, dibalik pemberian biji ajaib yang diberikan raksasa, ada maksud jahat yang dinginkan oleh makhluk bertubuh besar itu. Ia ingin ketika anak yang tumbuh dari timun itu nantinya dikembalikan padanya untuk menjadi santapan.

Tak pantang menyerah dan merasa takut, Timun Mas bersama Mbok Srini terus berusaha untuk tetap hidup dan melawan raksasa tersebut. Dengan kecerdikannya, Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa dan bertahan hidup seperti semula bersama Mbok Srini.

Dari dongeng Timun Mas di atas, pesan moral yang bisa disampaikan pada anak adalah untuk pantang menyerah dan jangan menganggap remeh kerja keras seseorang meskipun berbeda status, fisik, hingga derajat.


Dongeng kancil dan buaya

Disuatu hutan hiduplah seekor kancil. Suatu ketika sang kancil merasa lapar dan berniat untuk mencari makanan untuk dirinya. Sampai akhirnya, ia melihat sebuah pohon apel yang begitu lebat disebrang sungai dan membuatnya begitu menginginkan buah yang segar tersebut.

Namun karena jauhnya tempat apel itu berada, kancil pun merasa bingung karena tak ada alat yang bisa ia gunakan untuk menyebrangi sungai.

Dengan diselimuti rasa takut, akhirnya kancil memberanikan diri mendekat ke arah tepi sungai yang diketahui menjadi tempat perkumpulan para buaya. Melihat seekor kancil mendekat ke arah mereka, para buaya ini ingin menyergap kancil dan membuat hewan kecil tersebut berteriak memohon kepada sekumpulan buaya di hadapannya itu.

Dengan kecerdikan yang dimilikinya, kancil mengelabuhi buaya dengan menyebutkan bahwa raja hutan alias singa memintanya untuk mengundang seluruh hewan di hutan dalam acara makan besar dan memintanya untuk menghitung total buaya.

Sempat merasa ragu, namun karena kepiawaian kancil dalam berbicara membuat para buaya mau berbaris sampai sebrang sungai. Kancil pun langsung menaiki satu persatu buaya sambil berpura-pura menghitung.

Sesampainya di sebrang sungai, kancil kemudian langsung lari menjauh dan tertawa puas karena para buaya sudah mau mengantarkannya sampai ke sebrang sungai untuk mendapatkan apel yang ia inginkan.

Melihat kancil yang sudah lari menjauh, tentu saja ini membuat sekumpulan buaya merasa marah dan berusaha mengejar sang kancil. Namun sayang, kemampuan berlari kancil membuatnya berhasil melarikan diri dari buaya.

Dari dongeng pendek anak di atas, pesan moral yang bisa diajarkan pada anak adalah untuk memanfaatkan kepandaian yang dimiliki dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan orang lain disekitar.


Sekian dan selamat belajar.

Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)